Seiring berkembangnya teknologi, kejahatan digital pun makin ramai dengan beragam modus, salah satunya adalah phishing. Apa itu phishing? apa saja yang diincar pelaku phishing dan bagaimana cara menghindarinya? Yuk, kita bahas selengkapnya di artikel! Simak terus sampai akhir ya!
Apa itu phishing?
Phishing adalah salah satu kejahatan digital untuk meminta (memancing) seseorang untuk mengungkapkan informasi rahasia seperti username dan password dengan cara mengirimkan pesan penting palsu, dapat berupa e-mail, website, atau komunikasi elektronik lainnya.
Cara Kerja Phishing
Cara kerja phishing biasanya dimulai oleh pelaku dengan menentukan siapa korban yang menjadi target untuk mengumpulkan data korban dengan mengirimkan pesan palsu melalui email atau melalui halaman web palsu yang mirip dengan situs web yang asli.
Ada tiga jenis data yang menjadi sasaran phishing, yaitu;
- Data pribadi (nama, usia, alamat, nomor telepon),
- Data akun (username dan password), dan
- Data finansial (informasi kartu kredit atau rekening bank).
Data-data tersebut bisa langsung dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menipu korban atau juga bisa dijual ke pihak lain untuk melakukan tindakan tidak bertanggung jawab.
Jenis-jenis phishing
Ada dua jenis phishing yang populer digunakan untuk kejahatan di dunia maya yaitu:
-
Clone phishing
Jenis phishing ini merupakan yang paling sering dilakukan menggunakan surat elektronik atau email yang terlihat resmi dan terdapat attachment di dalamnya. Attachment/lampiran tersebut kemudian digunakan untuk mengambil data dari korbannya untuk kemudian dikirimkan lagi ke tempat yang diinginkan oleh pelaku.

Sumber: Merdeka.com
-
Spear phishing
Dalam jenis phishing ini, pelaku umumnya mencari dan mengenali data dari targetnya sehingga korban tidak akan curiga bahwa dirinya sedang diserang. Oleh karena itu, jenis phishing ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi karena target yang lebih spesifik. Data yang biasanya diambil dari praktik jenis phishing ini berupa password, nomor kartu kredit, nomor telepon, hingga nomor rekening bank.
-
Smishing
Smishing adalah bentuk phishing yang menggunakan pesan teks atau sms ke korban yang seakan berasal dari institusi resmi. Pesan tersebut berisi informasi palsu tentang akun yang terancam dan meminta korban untuk memberikan informasi pribadi atau informasi yang terkait dengan data finansial korbannya.
-
Vishing
Vishing merupakan jenis phishing yang menggunakan metode melalui panggilan telepon ke korban. Pelaku akan berusaha untuk mendapatkan informasi pribadi atau bahkan menyusupkan perangkat lunak berbahaya ke perangkat korban.
-
Whaling
Whaling adalah jenis phishing yang menargetkan individu penting atau yang memiliki kewenangan tinggi dalam suatu organisasi, seperti manajer, direktur, CEO, CFO, atau jabatan tinggi lainnya. Pelaku umumnya akan membuat email atau pesan yang terlihat resmi untuk mengklaim adanya masalah hukum atau keuangan yang memerlukan tindakan segera dengan tujuan agar korban memberikan informasi sensitif seperti nomor identitas pajak atau nomor rekening bank.
-
Search Engine Phishing
Jenis ini sering disebut juga sebagai Search Engine Optimization (SEO) Poisoning, di mana pelaku mengarahkan korban ke situs website penipu pada hasil pencarian mesin pencari. Pelaku berusaha mencuri informasi saat ada korban yang berinteraksi dengan situs tersebut.
-
Angler Phishing
Jenis phishing ini memanfaatkan media sosial dengan cara kerja pelaku membuat tautan palsu, mengkloning situs web, atau mengirim pesan instan yang mengecoh individu untuk memberikan informasi pribadi atau mengunduh malware.
-
Deceptive Phishing
Deceptive phishing adalah bentuk serangan phishing di mana pelaku mencoba untuk menipu atau memperdaya korban dengan menyamar sebagai entitas terpercaya atau sah. Pelaku umumnya berpura-pura menjadi perusahaan atau instansi yang sah dan memberi tahu korban adanya serangan siber palsu untuk memanipulasi korban agar mengklik tautan berbahaya untuk mendapatkan informasi pribadi seperti kata sandi, informasi akun, atau data keuangan.
-
Blind Phishing
Blind phishing adalah jenis phishing di mana pelaku secara acak mengirimkan pesan phishing kepada banyak orang karena tidak memiliki informasi spesifik tentang target korbannya. Pelaku menyebarkan pesan phishing ke banyak orang dengan harapan beberapa orang akan terjebak ke dalam perangkap yang diberikan.
-
Web Phishing
Web phishing adalah jenis serangan phishing melalui website palsu yang dirancang pelaku untuk menipu pengunjungnya agar mengungangkapn informasi atau data pribadi atau keuangan. Umumnya, pelaku menciptakan halaman web yang meniru tampilan situs web resmi dari lembaga keuangan, perusahaan, atau layanan online yang dikenal.
Ciri-ciri phishing
Kamu juga bisa mempelajari ciri-ciri phishing berikut untuk menghindarinya.
-
Meminta informasi pribadi
Phishing adalah salah satu tindak kejahatan yang manipulatif, karena biasanya pelaku meminta korbannya untuk mengisi informasi pribadi yang bersifat sangat rahasia seperti username, password, kode OTP, nomor kartu debit/kredit, dan CVV/CVC. Cara pelaku meminta informasi pribadi korban biasanya dengan mengirimkan link (tautan) untuk di klik atau file palsu untuk diunduh.
Kamu juga perlu ingat jika pihak pegawai bank pun tidak boleh meminta data tersebut kepada nasabahnya, jika kamu mendapatkan pesan yang meminta data-data tersebut lebih baik abaikan pesannya, blokir nomor/akun pengirim, dan laporkan ke pihak bank.
-
Menciptakan rasa urgensi
Pelaku phishing biasanya akan meminta korban untuk mengambil keputusan secepat mungkin dengan berbagai alasan seperti promo yang akan segera berakhir sehingga korban akan rugi jika tidak mengambilnya, ada transaksi mencurigakan sehingga harus segera blokir kartu/rekening, peluang keuntungan dari berbisnis, dan lainnya.
-
Menggunakan identitas palsu
Ciri-ciri phishing ketiga yaitu biasanya pelaku akan menggunakan identitas palsu seperti mengatasnamakan instansi, perusahaan, atau teman calon korban untuk membuat korban langsung percaya dengan perintah pelaku untuk memberikan data-data sensitif.
Beberapa waktu lalu misalnya, ramai modus penipuan phishing dengan file APK melalui pesan yang mengatasnamakan salah satu perusahaan logistik. Pelaku biasanya juga akan membuat alamat website yang identik seperti website asli untuk membuat korbannya percaya.
Misalnya, ada sebuah website palsu yang mengatasnamakan Bank MAS dengan membuat website yang identik namanya seperti bankmass.co.id, sementara website yang asli adalah www.bankmas.co.id hanya menggunakan satu “s” di akhir alamat websitenya.
Untuk itu, lebih baik kamu melakukan double-checking terhadap siapa yang mengirim pesan kepada instansi, perusahaan, atau rekanmu yang dicatut namanya.
-
Target korban phishing tidak spesifik
Ciri-ciri phishing yang terakhir yaitu biasanya pelaku tidak secara spesifik menargetkan ke korban tertentu. Hal ini ditandai oleh pesan phishing yang umumnya tidak secara spesifik menyebut nama korbannya. Pelaku akan menggunakan sapaan umum dalam pesannya seperti “Kepada Nasabah yang Terhormat”, “Kepada Bapak yang budiman”, “Kepada Pelanggan”, dan lainnya.
Cara Menghindari Phishing
Setelah mengetahui ciri-ciri phishing, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindarinya.
-
Jangan klik link atau pop up dan unduh file mencurigakan
Jika kamu menerima pesan mencurigakan yang meminta kamu untuk klik link atau tautan, sebaiknya jangan klik link tersebut. Bisa jadi, link tersebut merupakan bagian dari praktik phishing yang dikirimkan pelaku untuk mencuri data pribadi milikmu.
Selain itu, berhati-hatilah dalam mengunduh file yang dikirimkan pada pesan seperti email karena dapat berisi virus/malware yang dapat mencuri data sensitif. Begitu juga jika muncul pop-up yang mencurigakan, jangan mengklik dan memasukkan user ID dan password pada pop-up tersebut.
-
Waspada telepon tidak dikenal
Praktik phishing tidak hanya melalui link atau pesan mencurigakan yang dikirimkan oleh pelaku, tetapi juga bisa dalam bentuk telepon. Jadi, kamu juga harus waspada saat menerima telepon dari nomor asing yang tidak kamu kenal. Jika terpaksa dan terlanjur menerima telepon tersebut, dengarkan apa kepentingan orang tersebut menelepon. Jika ada permintaan yang menyangkut hal-hal privasi atau mengirimkan uang, sebaiknya langsung tutup telepon tersebut.
-
Jangan bagikan informasi penting
Jangan pernah membagikan informasi sensitif seperti data pribadi melalui balasan pesan seperti sms, chat di media sosial, email, website, dan telepon jika ada pesan atau telepon yang mencurigakan dengan mengatasnamakan suatu instansi atau perusahaan. Perlu diingat, suatu instansi atau perusahaan tidak akan meminta informasi sensitif melalui sms, media sosial, ataupun email kepada pelanggannya.
Jika kamu menerima pesan atau telepon mencurigakan dan mengatasnamakan Bank MAS, kamu bisa menghubungi Call Center Bank MAS ke nomor telepon 021-3000-2500 atau melalui email customer care@bankmas.co.id
-
Ganti kata sandi secara rutin
Cara menghindari phishing yang keempat yaitu dengan mengganti kata sandi akun-akunmu, baik media sosial maupun perbankan, secara berkala. Penggantian kata sandi secara berkala ini berfungsi untuk mengamankan akun-akunmu tersebut agar tidak mudah dibajak oleh pelaku phishing dan kejahatan lainnya.
-
Akses website yang menggunakan SSL
Saat kamu mengunjungi suatu website, pastikan website yang kamu kunjungi telah mendapat sertifikat keamanan SSL (Secure Sockets Layer) sebagai penanda website tersebut aman. Website yang telah memiliki SSL biasanya aksesnya “https://” bukan “http://”.
Selain itu, kamu juga bisa membedakannya dari gambar gembok yang terdapat sebelum alamat url tersebut.

Sumber: Shutterstock
-
Pasang Antivirus
Cara mengatasi phishing yang terakhir yaitu kamu dapat memasang antivirus di perangkatmu untuk menghindari malware. Saat ini, banyak antivirus yang tersedia untuk komputer dan handphone di Play Store. Kamu bisa memilih berlangganan antivirus terpercaya dengan melihat rating dan review dari pengguna lainnya.
-
Verifikasi email atau pesan dari orang tidak dikenal
Jika kamu menerima email yang mencurigakan, kamu perlu mewaspadai dan memverifikasi apakah email atau pesan tersebut benar dari institusi resmi yang asli. Perhatikan tanda-tanda seperti kesalahan ejaan, tata bahasa yang buruk, atau alamat email yang tidak sesuai dengan alamat email asli unit instansi.
-
Gunakan Two-Factor Authentication
Two-factor authentication berguna ketika pelaku sudah menemukan password dan email akun, seperti akun bank. Jika sudah mengaktifkan two-factor authentication, pelaki belum tentu bisa masuk ke dalam akun, karena akan diminta kode yang ada di handphone atau biometrik yang membuat mereka gagal masuk ke akunmu.
-
Simpan Informasi Login dengan Hati-Hati
Untuk menghindari phishing, kamu perlu berhati-hati dalam menyimpan informasi login akun-akun pribadi dan keuanganmu, seperti username, alamat email, password, dan pin transaksi. Jangan meninggalkan info di sembarang tempat, seperti komputer umum atau ponsel orang lain. Kamu bisa menyimpan informasi login tersebut di sebuah catatan dan menyimpannya di tempat yang aman.
-
Laporkan dan blokir akun palsu
Jika kamu dihubungi oleh pihak yang mengaku dari institusi tertentu, seperti petugas bank, dan dimintai data-data pribadimu, kamu bisa melaporkan akun tersebut ke institusi terkait dan memblokir akun tersebut.
Itulah pembahasan tentang phishing mulai dari pengertian, ciri-ciri, dan cara menghindarinya. Kamu juga bisa membaca tips aman bertransaksi lainnya di website Bank MAS agar terhindar dari modus penipuan online lainnya dan transaksi digitalmu tetap aman
Sumber:
