Mengenal Apa itu Kurs Jual dan Kurs Beli: Cara Hitung dan Faktor Yang Mempengaruhi

2024-01-31T23:00:00.000000Z
Bagikan:
Mengenal Apa itu Kurs Jual dan Kurs Beli: Cara Hitung dan Faktor Yang Mempengaruhi
  • Apa itu kurs?

Jika kamu sering pergi ke luar negeri kamu mungkin sering mendengar istilah kurs. Namun, masih banyak yang belum memahami istilah kurs. Untuk kamu yang belum tahu, kurs adalah nilai suatu mata uang terhadap mata uang lainnya.

Selain sebagai nilai tukar untuk transaksi, kurs juga bisa berfungsi sebagai instrumen investasi. Biasanya investasi yang dilakukan dengan menyimpan mata uang asing yang nilainya stabil dan lebih tinggi dibanding mata uang lokal, lalu menjualnya ketika nilai mata uang asing tersebut tinggi dan menjualnya dengan mata uang lokal untuk mendapat keuntungan.

  • Pengertian Kurs Jual (Selling Rate/Offer Rate)

Kurs jual adalah nilai tukar yang ditawarkan oleh pihak bank, pedagang valuta asing (valas), atau money changer. Nilai kurs jual pada dasarnya selalu lebih tinggi dibandingkan kurs beli karena pihak pedagang valuta asing akan mengambil keuntungan dari selisih harga kurs jual dan kurs beli. Penggunaan kurs jual dilakukan agar kamu bisa melakukan transaksi di negara tujuan asal. Misalnya saja saat kamu ingin bepergian ke luar negeri seperti Jepang.

  • Pengertian Kurs Beli (Buying Rate/Bid Rate)

Kurs beli adalah nilai tukar yang diberikan oleh bank, pedagang valas, atau money changer kepada seseorang yang ingin menukarkan mata uang asing (managed floating rate). Dengan kata lain, kurs ini digunakan untuk membeli mata uang asing menggunakan mata uang lokal. Contohnya ketika ada turis asing yang ingin menukarkan mata uang asing miliknya dengan mata uang Rupiah di Indonesia, maka yang diberlakukan adalah kurs beli mata uang asing tersebut menggunakan Rupiah.

Jika diperhatikan pada setiap bank, pedagang valas, atau money changer yang menjual valas, selalu terdapat selisih nilai antara kurs jual dan kurs beli. Selisih antara kurs jual dan kurs beli itu disebut dengan spread kurs yang menjadi pusat keuntungan bagi lembaga keuangan dalam memfasilitasi pertukaran mata uang asing, menutupi biaya operasional, dan mengelola risiko fluktuasi nilai mata uang.

Semakin tidak stabil sebuah mata uang (volatil), biasanya bank akan menetapkan spread yang lebih lebar untuk melindungi diri dari risiko kerugian yang mungkin terjadi tiba-tiba.

  • Faktor-Faktor yang mempengaruhi nilai kurs

Setelah membahas definis kurs jual dan kurs beli, perlu juga memahami faktor-faktor yang turut memengaruhi nilai mata uang mengingat nilai mata uang tidak bersifat statis dan dipengaruhi oleh beberapa faktor beriktu:

  1. Tingkat Inflasi: Negara dengan tingkat inflasi yang rendah biasanya memiliki nilai mata uang yang lebih kuat karena daya belinya relatif lebih stabil
  2. Suku Bunga Acuan: Negara dengan tingkat suku bunga yang tinggi umumnya dapat menarik modal asing untuk berinvestasi di negara tersebut, sehingga akan meningkatkan permintaan dan nilai mata uang tersebut.
  3. Neraca Perdagangan: aktivitas perdagangan internasional sebuah negara turut mempengaruhi nilai dari mata uang negara tersebut. Jika sebuah negara lebih banyak melakukan aktivitas ekspor dibanding impor, maka permintaan terhadap mata uangnya juga akan meningkat dan memperkuat nilai mata uangnya.
  4. Stabilitas geopolitik: Ketidakpastian politik suatu negara atau wilayah turut mempengaruhi nilai tukar mata uang karena akan membuat investor menarik dananya sehingga mata uang negara tersebut akan terdepresiasi


  • Cara Menghitung Kurs Jual dan Kurs Beli

    • Cara Menghitung Kurs Jual

Contoh:

Nasabah A ingin menukar uang senilai Rp50 juta dengan mata uang Dollar Singapura. Kurs jual Dollar Singapura saat ini adalah Rp10.000, sementara kurs beli 1 Dollar Singapura saat ini adalah Rp9.000. Maka perhitungan uang Dolla Singapura yang akan diterima Nasabah A adalah total uang yang dimiliki oleh Nasabah A dibagi dengan kurs jual Dollar Singapura.

Penghitungan:

  • Jumlah nilai mata uang asal/kurs jual mata uang asing
  • Rp50.000.000/Rp10.000
  • = 5.000 Dollar Singapura
  • Jadi Nasabah A, akan mendpatkan 5.000 Dollar Singapura ketika menukarkan uang Rupiahnya di Bank atau money changer.

    • Cara menghitung kurs beli

Contoh:

Nasabah B sedang berlibur ke Malaysia dan masih memiliki uang sebanyak 5.000 Ringgit, ketika ingin kembali ke Indonesia, Nasabah B akan menukarkan uang tersebut di money changer, kurs jual 1 Ringgit saat itu adalah Rp2.500, dan kurs belinya Rp2.000. Maka perhitungan jumlah Rupiah yang akan diterima Nasabah B adalah jumlah mata uang asing yang dimiliki Nasabah B dikali dengan kurs beli dalam Rupiah.

Perhitungan:

  • Jumlah nilai mata uang asing X kurs beli mata uang asing
  • Rp5.000 Ringgit X Rp2.000
  • =Rp10.000.000
  • Jadi, Nasabah akan mendapatkan Rp10 juta ketikan menukarkan mata uang asing di Bank atau money changer.

    Untuk mengecek kurs jual dan kurs beli valuta asing terkini, kamu juga dapat mengunjungi website Bank MAS melalui www.bankmas.co.id. Kamu juga bisa menggunakan fitur kalkulator mata uang untuk mengetahui estimasi jumlah mata uang Rupiah atau mata uang asing yang akan kamu terima.


    Sumber:

    kumparan.com

    katadata.co.id

    detik.com

    rmol.id